Senin, 18 Desember 2017

5 APLIKASI QUOTES UNTUK ANDROID


5 APLIKASI QUOTES UNTUK ANDROID

1.       Kafka
Aplikasi kafka punya 12 template gambar, bisa menggunakan foto yg tersedia atau foto sendiri, mempunyai efek blur (supaya tulisan lebih jelas), punya banyak pilihan font & bisa langsung share ke semua SosMed mu.

2.       Overlay
Selain memberi banyak pilihan font untuk membuat tulisan, aplikasi ini juga memiliki berbagai tempate desain tulisan, sehingga kamu tidak perlu pusing untuk menata gambar. Kelebihan aplikasi ini ada di stiker, border / frame, blend, blur & memiliki penghapus.

3.       Posteroid
Seperti namanya, aplikasi ini memiliki edit foto untuk membuat poster. Dengan aplikasi ini kamu bisa memilih foto atau latar polos, menambah tulisan & memilih desain lainnya (font,filter, dll). Kamu juga bisa memilih style yang tersedia di dalamnya.

4.       AppForType
Aplikasi ini menyediakan banyak set dengan berbagai tema dengan pilihan font. Aplikasi ini punya tampilan yang sederhana & mudah dipakai, salah satunya mempunyai fitur penghapus, jadi kamu bisa menghapus bagian tulisan, sehingga tulisan trsebut seperti ada dibelakang foto.

5.       Text On Pictures

Aplikasi ini menawarkan banyak pilihan font & stiker. Kamu juga bisa mengubah ukuran font dan stiker dengan mudah serta bisa mengubah warnanya, yuk langsung saja kamu kirim karyamu ke Media Sosial mu. 

CONTOH LATAR BELAKANG PENJAS

A.    Latar Belakang Masalah
Kemajuan di era modern sekarang ini, karakter dan ruang lingkup pendidikan telah berubah, pendidikan tidak hanya terbatas oleh kurikulum formal melainkan diperluas dengan pendidikan di luar sekolah. Dengan melihat potensi yang ada pada kegiatan rekreasi, maka rekreasi melalui kegiatan-kegiatannya memberi kemungkinan untuk dijadikan mediasi untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pengembangan ilmu keolahragaan yang didukung oleh tujuh subdisiplin ilmu, meliputi: olahraga kesehatan, biomekanika olahraga, psikologi olahraga, sosiologi olahraga, pedagogi olahraga, sejarah olahraga dan filsafat olahraga, (Haag, 1994: 53). Dari ketujuh subdisiplin ilmu tersebut satu diantaranya membahas tentang ilmu kesehatan olahraga. Pentingnya kesehatan mental bagi manusia dan perlunya metode untuk menjaga kesehatan mental, menjadikan para ahli ilmu olahraga berfikir tentang bagaimana caranya untuk dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan mental melalui suatu metode aktivitas olahraga.
Permasalahan mendasar dalam pembelajaran olahraga rekreasi di sekolah  ialah  tidak tersedianya prasarana yang memadai dan kemungkinan pembiayaan yang sangat besar untuk operasional pembelajaran. Kini keadaan yang sangat dilematis dihadapi oleh komunitas guru olahraga. Di satu sisi, materi kurikulum fisik dan motorik siswa menggariskan bahwa olahraga merupakan salah satu komponen pembelajaran yang layak dilaksanakan. Asumsi dasar bahwa pembelajaran olahraga mendukung pertumbuhan dan perkembangan siswa melalui aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik.
Dengan terlaksananya pembelajaran olahraga maka semakin banyak bentuk-bentuk aktivitas jasmani atau olahraga yang samakin populer di kalangan mayarakat luas. Diantaranya adalah kegiatan olahraga di alam terbuka atau sering disebut dengan outbound yang saat ini sedang berkembang pesat. Sehingga dengan demikian pembelajaran outbond diharapkan dapat meningkatkan sikap disiplin siswa dalam pembelajaran.
Pembelajaran outbound dikembangakan memberi nafas baik dan dideskripsikan sebagai hal penting dalam pembentukan sikap siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dapat menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental siswa seutuhnya sehingga terwujud pembelajaran yang bermakna. Artinya, siswa mampu membangun fisik dan mentalnya dengan belajar sambil bermain karena melalui permainan outbond akan terbangun suasana yang lepas, bebas, menyenangkan dan atraktif serta memberi makna dalam belajar siswa.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka pelaksanaan pembelajaran outbond diharapkan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan dalam penelitian ini. Hal ini didasarkan pada berbagai literatur yang menyatakan bahwa outbond adalah suatu program pembelajaran di alam terbuka yang berdasarkan pada prinsip belajar melalui pengalaman langsung yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian materi. (Sukardjo dan Salirawati, 2008: 75). Artinya dalam program outbond tersebut siswa secara aktif dilibatkan dalam seluruh kegiatan yang dilakukan. (Santyasa, 2005: 5). Dengan langsung terlibat pada aktivitas siswa akan segera mendapat umpan balik tentang dampak dari kegiatan yang dilakukan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan diri setiap siswa dimasa mendatang. (Marsaja, 2007: 67)
Hal tersebut juga dapat diartikan bahwa proses belajar dari pengalaman dengan menggunakan  seluruh panca indera yang nampaknya rumit, memiliki kekuatan karena situasinya memaksa siswa memberikan respon spontan yang melibatkan fisik, emosi, dan kecerdasan sehingga secara langsung mereka dapat lebih memahami diri sendiri dan orang lain.
Outbond juga dikenal dengan sebutan media outbond activities. Outbond merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru di sekolah. Dengan konsep interaksi antar siswa dan alam melalui kegiatan simulasi di alam terbuka. Hal tersebut diyakini dapat memberikan suasana yang kondusif untuk membentuk sikap, cara berfikir serta persepsi yang kreatif dan positif dari setiap siswa guna membentuk jiwa kepemimpinan, kebersamaan, keterbukaan, toleransi dan kepekaan yang mendalam, yang pada harapannya akan mampu memberikan semangat, inisiatif, dan pola pemberdayaan baru dalam suatu sekolah.
Realitas proses pembelajaran MTs SA Masawah, siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir, proses pembelajaran di dalam kelas didominasi oleh kegiatan belajar yang hanya mengarahkan siswa untuk menghafal informasi saja dan siswa dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi. Siswa tidak dituntut untuk memahami dan menghubungkan informasi yang diingatnya itu dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sehingga kondisi ini menyebabkan pembelajaran masih terpusat pada guru sehingga siswa hanya mendengarkan guru yang akhirnya berdampak pada rendahnya sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka guru diharapkan dapat memilih berbagai strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehingga diharapkan dapat menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu dampak yang cukup besar dari kegiatan olahraga pada institusi pendidikan adalah pengembangan sikap sosial. Pendidikan sekarang bersifat pemenuhan akan fungsi kelembagaan yang harus membantu individu untuk memperluas sikap dan pemahaman tentang waktu luang dan pengembangan skill.  Dampak lain dari kegiatan rekreasi pada pendidikan adalah memahami tidak hanya etika bermain tetapi juga memahami makna perselisihan dan tekanan serta berupaya untuk mencari solusinya.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis diketahui bahwa sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran di kelas VII MTS-SA Masawah Kabupaten Ciamis masih rendah hal ini dibuktikan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan jasmani masih rendah sehingga hal ini merupakan permasalahan yang harus dicari jalan keluarnya oleh guru dengan cara mencari solusi atau alternatif dalam proses pembelajaran yang selama ini telah dilakukan.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan menuangkannya dalam bentuk skripsi dengan judul: “Pengaruh Pembelajaran Outbond terhadap Sikap Disiplin dalam Proses Pembelajaran Penjas pada Siswa Kelas VII MTs-SA Masawah Kabupaten Ciamis".

B.     Rumusan Masalah
Untuk kepentingan penelitian ini, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Masalah umum
Masalah umum yang dijadikan sebagai permasalahan dalam penelitian ini adalah :
a.       Bagaimana pelaksanaan pembelajaran outbound di kelas VII MTS SA Masawah Kabupaten Ciamis?
b.      Bagaimana sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani pada siswa kelas VII MTS SA Masawah Kabupaten Ciamis?
2.      Masalah Khusus
Adapun permasalahan khusus dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pembelajaran outbound terhadap perubahan sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di siswa kelas VII MTS SA Masawah Kabupaten Ciamis?

C.    Tujuan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini sudah barang tentu ada tujuan yang ingin di capai. Adapun tujuan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.      Tujuan umum
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah :
a.       Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran outbound di kelas VII MTS SA Masawah Kabupaten Ciamis.
b.      Untuk mengetahui sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di kelas VII MTS SA Masawah Kabupaten Ciamis.



2.      Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran outbound terhadap sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di kelas VII MTS SA Masawah Kabupaten Ciamis. 

D.    Batasan Masalah
Penelitian ini di fokuskan pada hal-hal sebagai berikut :
1.    Siswa yang menjadi objek penelitian adalah siswa kelas VII MTS SA Masawah Kabupaten Ciamis  tahun ajaran 2010/2011
2.    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggunakan teknik korelasional, penelitian ini dapat mengungkapkan hubungan antar variabel.
3.    Sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran dibatasi pada kemampuan siswa dalam olahraga rekreasi yang berupa nilai belajar mata pelajaran Penjas.

E.     Definisi Operasional
Ada beberapa istilah yang sengaja dimunculkan untuk didefinisikan arti dan maknanya. Pendefinisian ini dilakukan untuk memperjelas dan juga mempertegas arti dan makna dari setiap istilah yang kerapkali digunakan istilah-istilah yang dimaksud, adalah sebagai berikut.
1)      Pengaruh adalah akibat yang dapat menyebabkan berubahnya suatu hasil yang diakibatkan oleh adanya perubahan suatu hal. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Menurut Singarimbun dan Efendi (1985: 27-28) “pengaruh dua variabel, yaitu variabel pengaruh (independent variable) dengan variabel terpengaruh (dependent variable)”. Pengaruh dalam penelitian ini adalah pembelajaran outbound terhadap sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran.
2)      Pembelajaran outbound adalah suatu program pembelajaran di alam terbuka yang berdasarkan pada prinsip experiential learning (belajar melalui pengalaman langsung) yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian materi. Artinya dalam pembelajaran outbond tersebut siswa secara aktif dilibatkan dalam seluruh kegiatan yang dilakukan. Dengan langsung terlibat pada aktivitas (learning by doing) siswa akan segera mendapat umpan balik tentang dampak dari kegiatan yang dilakukan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan diri setiap siswa dimasa mendatang. Hal tersebut juga dapat diartikan bahwa proses belajar dari pengalaman (experiental learning) dengan menggunakan seluruh panca indera (global learning) yang nampaknya rumit, memiliki kekuatan karena situasinya “memaksa” siswa memberikan respon spontan yang melibatkan fisik, emosi, dan kecerdasan sehingga secara langsung mereka dapat lebih memahami diri sendiri dan orang lain. (Tedjasaputra, 2001: 10)
3)      Guru penjas yaitu guru yang bertugas membimbing dan melatih siswa dalam pelajaran olahraga. Dalam penelitian ini guru penjas dijadikan sebagai populasi yang membantu penulis dalam pengambilan data. (WInatarsaputra, 2008: 18)
4)      Sikap adalah “sikap mental yang khusus untuk menanggapi berbagai pengalaman yang dapat mengubah pengalaman-pengalaman itu, atau suatu kesiapan untuk melakukan tertentu”. (Qadar,2002: 26). Dalam penelitian ini sikap siswa yang dimaksud adalah kemampun siswa dalam belajar yang ditunjukkan dengan hasil belajar siswa.
5)      Disiplin siswa dalam proses pembelajaran menurut Nursisto (1986:14), Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan  nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban dalam mengikuti proses pembelajaran.

F.     Anggapan Dasar
Dalam penelitian penting artinya suatu anggapan dasar, terutama untuk menjajaki segala kemungkinan dalam penelitiannya. Dalam hal ini Surakhmad (1990:107) mengungkapan bahwa anggapan dasar adalah :”Sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidikan”.
Sesuai dengan pengertian tersebut di atas, maka anggapan dasar dalam penelitian ini sebagai berikut :
1.       Pembelajaran outbound adalah bagian dari mata pelajaran penjaskes yang mempunyai banyak kegiatan. Seperti halnya pada olahraga pada umumnya dengan olahraga rekreasi maka akan memacu perkembangan manusia secara menyeluruh misalnya perkembangan-perkembangan jasmani, koordinasi gerak, kejiwaan dan sosial. (Uus, 2004:8) Tujuan utama olahraga rekreasi adalah untuk mengajarkan olahraga permainan kepada siswa sehingga  siswa dapat terlibat secara aktif dan dapat meningkatkan keterampilan bermain siswa yang akan berdampak positif terhadap perilaku hidupnya.
2.       Sikap adalah kesiapan pada seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu” (Qadar, 1985:26). Sedangkan menurut Warren sikap itu adalah “sikap mental yang khusus untuk menanggapi berbagai pengalaman yang dapat mengubah pengalaman-pengalaman itu, atau suatu kesiapan untuk melakukan tertentu”. (Waren dalam Qadar, 1985:26) Kemudian Droba mengemukakan bahwa “sikap adalah gaya mental manusia untuk bertindak ke arah atau menentang suatu obyek tertentu” (Natawijaya, 1979:123). Selanjutnya Allport merumuskan bahwa “sikap itu adalah keadaan siap yang bersifat mental dan netral, yang terusun melalui pengalaman yang mengarahkan pengaruh yang mengarah atau dinamik kepada respon yang dilakukan terhadap semua obyek dan situasi yang berhubungan dengan inividu yang bersangkutan” (Natawijaya, 1979:123).
Dari pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sikap adalah kesediaan mental individu yang mempengaruhinya mewarnai bahkan menentukan kegiatan individu yang bersangkutan dalam memberikan respon terhadap obyek atau situasi yang mempunyai arti baginya.
3.       Perubahan sikap siswa terhadap olahraga sangat dipengaruhi kemampuan guru dalam memilih metode yang tepat yang salah satunya adalah olahraga rekreasi sehingga dapat memacu perkembangan sikap siswa secara menyeluruh misalnya perkembangan jasmani, koordinasi gerak, kejiwaan dan sosial. Menurut Haditomo (1989:125) menjelaskan bahwa manfaat olahraga rekreasi bagi anak-anak adalah dapat memajukan aspek-aspek perkembangan seperti motorik, kreativitas, kecakapan-kecakapan fungsi sosial dan kognitif dan juga perkembangan motivasi dan emosional.
Berdasarkan pemahaman tersebut, anggapan dasar penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.       Sikap disiplin siswa yang berbeda terhadap proses pembelajaran maka memungkinkan guru untuk mencari suatu metode yang tepat yang dapat meningkatkan keterampilan siswa yang telah dimilikinya.
2.       Pembelajaran outbound dapat meningkatkan perkembangan sikap siswa apabilan dilakukan dengan baik. Pelaksanaan pembelajaran dikatakan sukses jika anak dapat memahami dan dapat mengandung arti bagi dirinya.
3.       Peranan guru penjas harus dapat menjiwai esensi dari olahraga rekreasi sehingga diharapkan di dalam mengimplementasi pengajarannya akan dapat memberikan arah dan pemahaman yang lebih baik pada siswa tentang olahraga rekreasi.
G.    Hipotesis
            Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap hasil penelitian sebelum penelitian tersebut dilakukan.  Menurut Menurut Surakhmad, hipotesis adalah “perumusan jawaban sementara terhadap sesuatu soal yang dimaksudkan sebagai tuntutan sementara dalam penyelidikan untuk mencari jawaban yang sebenarnya”. (1994:39)
            Berdasarkan pengertian tersebut, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : “Terdapat pengaruh pembelajaran outbond terhadap sikap disiplin dalam proses pembelajaran penjas pada siswa VII MTS SA Masawah Kabupaten Ciamis.


H.    Metode Penelitian
 Syarat mutlak dalam suatu penelitian adalah metode, baik buruknya atau berbobot tidaknya suatu penelitian tergantung pada metodenya, maka diharapkan dalam penggunaan metode penelitian harus tepat dan mengarah pada tujuan yang harus dipertanggungjawabkan secara ilmiah sesuai dengan aturan atau etika yang berlaku.  Berdasarkan tujuan-tujuan yang telah dikemukakan, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif.  Dalam hal ini Surakhmad (1990 : 139) menyatakan bahwa,

Penelitian deskriptif bertujuan pada pemecahan masalah yang ada sekarang …, Pelaksanaan metode-metode deskriptif tidak terbatas hanya sampai pengumpulan dan penyusunan data itu. Karena itulah maka dapat terjadi sebuah penyelidikan deskriptif membandingkan persamaan dan perbedaan fenomena tersebut.
Jadi, metode deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini tepat untuk membuat gambaran yang sedang terjadi pada masa kini.  Dengan menggunakan teknik korelasional, penelitian ini dapat mengungkapkan hubungan antar variable.
I.       Desain Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kuantitatif dengan melakukan pengujian melalui angket yang dibagikan kepada siswa tentang pembelajaran outbond dan sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran.
Adapun untuk lebih jelasnya penulis sajikan desain dalam penelitian ini sebagai berikut:

J.      Populasi dan Sampel Penelitian

    1.   Populasi
Menurut Sugiyono (2004: 90) sebagai berikut “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi di kelas VII MTS SA Masawah Kabupaten Ciamis  dengan jumlah siswa 93 orang.
2. Sampel
Sampel adalah “Bagian dari populasi yang dipilih dengan sampling tertentu untuk bisa memenuhi/mewakili populasi” (Nursalam, 2001:87). Adapun dalam penentuan sampel Sudjana (1988-72) mengatakan sebagai berikut:
Tidak ada ketentuan yang baku atau rumus yang pasti, sebab keabsahan sampel terletak pada sifat dan karakteristiknya mendekati populasi atau tidak, bukan pada besar atau kecilnya jumlah. Minimal sampel sebanyak 30 subjek. Ini berdasarkan atas perhitungan atau pengujian yang lazim digunakan dalam statistika. Pendapat lain ialah terhadap populasi kurang dari 100 biasa diambil 20% - 50%. Patokan tersebut bukan standar baku, melainkan hanya perkiraan berdasarkan pertimbangan praktis.

Dengan demikian penulis memakai salah satu macam sampel yaitu teknik random sampling. Adapun pengertian daripada random sampling menurut Sugiyono ( 2001 : 62 ) adalah sebagai berikut :
Random sampling adalah teknik penentuan sampel dengan mengambil populasi unuk dijadikan sampel secara acak dengan memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Artinya jika elemen populasinya ada 100 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi sampel.

Setelah diketahui jenis sampel yang akan digunakan sesuai dengan jumlah dan keadaan objek penelitian, maka penulis menggunakan teknik sensus dengan jumlah responden yang disensus adalah sebanyak 30 orang siswa yang diambil 10 orang dari tiap kelas.

K.    Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, menurut Kartono (1990:217), angket adalah: “Penyelidikan mengenai suatu masalah yang banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak) dengan jalan mengedarkan formulir daftar pertanyaan, diajukan secara tertulis kepada sejumlah subjek, untuk mendapatkan jawaban tertulis seperlunya”. Instrumen ini dilakukan untuk mendapatkan data kuantitatif mengenai studi deskriptif tentang pembelajaran  outbond dalam meningkatkan sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran.

Angket yang dipergunakan sebagai alat pengumpul data utama dalam penelitian ini adalah jenis "angket berstruktur. Yang dimaksud dengan angket berstruktur menurut Surakhmad (1990:182), ialah: “Angket yang sifatnya tegas konkret dan dengan pertanyaan-pertanyaan yang terbatas”. Dalam hal ini responden diminta untuk mengisi skala-skala atau lajur-lajur pertanyaan yang sudah ditentukan jawabannya.
Dalam hal ini alat pengumpul data menggunakan skala Likert. Alasannya adalah:
1.       Skala sikap tipe Likert dapat memberikan informasi dengan jelas tentang tingkatan persetujuan reponden.
2.       Metode dan pengolahan datanya tidak terlalu rumit, sehingga memudahkan untuk mengambil kesimpulan dari data tersebut.
Dalam pengumpulan data penulis mempergunakan bentuk pertanyaan tentang pembelajaran outbond yang dilaksanakan oleh sekolah dalam meningkatkan sikap disiplin siswa kemudian peneliti memberikan penilaian terhadap angket yang telah di isi oleh siswa.
Dari kedua hasil angket tersebut penulis kemudian memasukan nilai-nilai tersebut ke dalam tabulasi data sehingga diperoleh hasil untuk mengetahui pelaksanaan pengaruh dari kedua variabel tersebut.

NUGGET PISANG




NUGGET PISANG

BAHAN :
-4 Buah Pisang, Lumatkan
-100 gr Tepung Terigu
-15 gr Gula Pasir
-2 Butir Telur
-3 SDM SKM
-100 CC Air Jika Menggunakan Blender
PELAPIS BAHAN :
-2 Butir Telur
-Tepung Terigu, Secukupnya
-Tepung Panko, Secukupnya
STEP :
-Campur semua bahan, lalu blender hingga menjadi adonan.
-Kukus / Panggang adonan hingga matang selama 15 – 20 Menit
-Angkat & Dinginkan, lalu potong adonan sesuai selera
-Baluri adonan dengan terigu, telur & panko
-Lalu goreng adonan hingga matang kuning kecoklatan
-Beri toping sesuai selera



BAKSO TAHU GORENG

BAHAN :
-Tahu secukupnya, belah segitiga, goreng setengah matang, lalu sisihkan
BAHAN ISIAN :
-200 gr Daging Giling
-2 sdm Tepung Tapioka
-2 Siung bawang putih, haluskan
-1 Batang daun bawang, iris
-1 sdt Merica
-1 sdt Kaldu Bubuk
-1 sdt Garam
STEP :
-Campur  semua bahan hingga rata, ambil satu sdt isian lalu isi pd rongga tahu
-Goreng dalam minyak hingga matang kuning kecoklatan
-Angkat & sajikan, lengkapi dengan saus sambal










BOLA UBI KOPONG

BAHAN :
-500 gr Ubi kuning
-100 gr tepung tapioka
-4 sdm gula pasir
-2 sdm baking powder
-Minyak secukupnya
STEP :
-Cuci ubi,lalu kukus hingga matang, tunggu sampai agak dingin, lalu kupas kulitnya.
-Tumbuk ubi hingga halus & pisahkan serat yg masih tertinggal
-Campurkan dengan tepung tapioka, gula pasir & baking powder
-Bentuk adonan menjadi bulat-bulat berukuran sedang
-Goreng dengan minyak panas, bolak balik secara teratur karna adonan mudah gosong
-Angkat & sajikan
-Tambahkan saus sambal jika suka

SEMPOL MIE INSTAN CRISPY
BAHAN :
-2 Bungkus mie instan
-1 buah wortel
-Daun bawang
-1 telur & 1 lagi
-Tepung terigu
-Garam
-1 sdt Merica
-3 siung bawang putih
-Tepung panir
-Tusuk sate
STEP :
-Rebus mie instan hingga empuk, jika sudah, angkat & tiriskan
-Tumbuk garam, merica, & bawang putih. Masukkan bumbu halus & bumbu mie instan.
-Masukkan daun bawang, wortel & tepung terigu, tambahkan telur, aduk lagi hingga rata.
-Gulung adonan pada tusuk sate, kukus selama 5-10 Menit
-Kocok telur terlebih dahulu
-Celupkan sempol pd telur, gulungkan pd panir hingga rata
-Goreng hingga matang, tambahkan saos jika perlu




SELAMAT MENCOBA
SEMOGA BERHASIL

Sabtu, 16 Desember 2017

CARA MEMBUAT EMAIL

1. Kunjungi laman pembuatan akun Gmail dengan cara klik disini :https://accounts.google.com/signup?hl=in
Nanti akan muncul laman seperti dibawah ini. Di laman ini kamu akan diminta untuk mengisi data diri kamu.
Harus lengkap dan benar ya, buat sebagian orang email mungkin hanya pelengkap, cuma dipakai untuk bikin akun fb atau twitter, tapi dalam dunia bisnis dan professional, akun email tergolong penting menurutku.
laman isi data diri saat membuat akun gmail
Selain itu kalau kamu isi datanya dengan benar, jika suat saat terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kamu lupa password akun gmail mu, atau akun tersebut di “hacked” orang, kamu bisa me-recover dan mendapatkan kembali akun mu dengan mudah.
Jadi data yang kamu masukkan haruslah data yang sebenarnya. ðŸ˜Ž
2. Isi data diri kamu dengan benar dan lengkap, lalu  klik tombol “Langkah berikutnya”.
contoh pengisian laman saat buat email gmail
Berikut ini penjelasan tiap data yang diminta.
  • Nama : Isi dengan nama kamu bukan nama orang lain
  • Pilih nama pengguna anda:
    Contoh: muhammadyudha94 (Ini nanti akan jadi alamat email kamu muhammadyudha94@gmail.com).
    Isi sesuai keinginanmu, karena nanti tidak bisa diganti. Jika saat kamu isi sudah ada orang lain yang menggunakannya, cari nama pengguna yang lain.
  • Buat sandi :
    Isi dengan password yang kamu inginkan (Gunakan campuran huruf dan angka, huruf besar dan kecil, serta minimal 8 karakter, misalnya “k4k1s4y4h4RUM”)
  • Konfirmasi sandi anda :
    Masukkan ulang password yang kamu masukkan tadi ( misalnya “k4k1s4y4h4RUM” tadi)
  • Tanggal lahir : Silahkan isi dengan tanggal lahir kamu
  • Gender : Jenis kelamin. Ada 4 opsi yang bisa dipilih. Dulu hanya ada 2, sekarang ada 4 pilihan. Yaitu pria, wanita, lainnya, atau “tidak ingin memberi tahu”
  • Ponsel :
    Isikan dengan nomor handphone kamu , jangan lupa klik pada ikon bendera dan ganti jadi bendera indonesia.
  • Alamat email anda saat ini : Masukkan alamat email kamu yang lain (kalau ada, kalau tidak ada , kosongin aja)
  • Lokasi : Isi dengan lokasi negara tempat anda tinggal.
3. Klik “saya setuju” untuk menyetujui ketentuan “privasi dan Persyaratan” 
Setelah kamu mengisi data diri, dan klik tombol “langkah berikutnya”, akan muncul jendela pop up yang menjelaskan mengenai “Privasi dan Persyaratan”.
Kamu harus setuju, jika ingin punya akun google, mau ga mau harus setuju sama syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh pihak google.
4. Setelah menyetujui ketentuan “privasi dan Persyaratan”, proses pembuatan email gmail pun selesai.
Akan muncul jendela “selamat datang” atau “welcome” yang menyatakan bahwa akun sudah berhasil dibuat.
proses pendaftaran akun gmail selesai

Sampai disini semua proses daftar email gmail sudah selesai. Kamu bisa klik “continue”. Nanti kamu akan dibawa kelaman pengaturan akun.
laman pengaturan akun saat selesai buat email gmail
Dilaman tersebut kamu bisa tinjau lagi semua informasi akun kamu.
Kamu udah berada di akun google mail, kamu udah bisa gunakan email tersebut untuk daftar akun sosial media, ataupun mengirim pesan dan file melalui email.

Bagaimana kalau gagal saat daftar akun Gmail ?

Aku, dulu (16/09/2015), coba buat akun Gmail baru dengan data adek ku yang paling kecil, dan gagal. Gagalnya karna ternyata google termasuk salah satu web yang ketat dalam hal perlindungan anak, jadi minimal usia 13 tahun untuk bisa membuat akun Gmail.
Aku juga pernah dapat pertanyaan pembaca di blog ku , dia gagal bikinin akun facebook buat anaknya yang masih kecil gitu. Aku rasa ini kasus yang sama, perlindungan anak, artinya ada usia minimal sebelum bisa membuat akun di situs tertentu. Walaupun orang tua kandungnya sendiri yang bikinin akun tersebut.
Logikanya sih, anak bayi atau balita, ga akan butuh akun Gmail. Iya kan ?
Ingat kalau gagal, artinya ada yang salah, entah itu kamu salah masukin tahun lahir, atau karna kamu sudah punya akun sebelumnya, beberapa situs hanya membolehkan satu akun perorang.
Biasanya kalau gagal akan dikasih tau alasan gagalnya, seperti kasus ku diatas.
gagal-proses-buat-akun-gmail
Jadi kalau gagal, coba lagi , perbaiki data yang dimasukkan, kalau masih gagal juga ambil screenshootnya terus komentar dibawah ini, nanti aku coba bantuin deh. Aku kan baik orangnya ðŸ˜³

Beberapa kelebihan akun Gmail dibandingkan akun email lainnya

Ada banyak banget penyedia layanan email diluar sana. Ada microsoft dengan email outlook nya, ada yahoo dengan ymail nya, ada banyak lagi yang aku pun ga tau.
Kelebihan akun Gmail adalah satu akun email Gmail ini terkait dengan semua produk google lainnya. Aku juga udah mention diatas mengenai hal ini. Keliatan nya sepele, tapi sebenarnya ini merupakan hal penting menurutku.
Berapa banyak orang di indonesia yang pakai smartphone android ? Ada banyak banget kan. Di android sendiri kalau mau download aplikasi bisa lewat google play store, untuk login ke google play store kamu akan butuh email Gmail, ga bisa pake email yahoo, outlook, dll.
Akun Gmail juga terkait ke youtube, (youtube adalah salah satu situs video sharing terbesar di dunia), jadi untuk login ke youtube pun kamu harus punya akun Gmail.
Selain itu kamu juga terhubung ke situs file sharing yaitu google drive,
Untuk blogger dan heavy internet user, akun Gmail terkait dengan blogger, google webmaster, google developer, google adword, dll. Ada banyak produk google yang aku tau (dan yang aku ga tau), dan semua nya bisa di akses dengan satu akun google tadi.