Sabtu, 16 Desember 2017

HASRI AINUN BESARI

 Pertemuan Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Habibie Besari sejak masih remaja, ketika keduanya masih duduk di bangku SMP. Namun, keduanya baru saling memperhatikan ketika di SMA Kristen di Jalan Dago, Bandung. Tapi kemudian komunikasi itu terputus setelah Habibie melanjutkan kuliah dan bekerja di Jerman, sementara Ainun tetap di Indonesia, kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Sebelum akhirnya menikah dengan Ainun di usia 23 tahun, Habibie mengaku sudah berpacaran dengan beberapa wanita lain, antara lain wanita Jerman. “Pernah dong....” kata mantan Presiden RI ini tertawa kepada Tempo di kediamannya Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2013.
Tapi hati Habibie justru terpaut dengan Ainun dan menikahi wanita yang usianya lebih muda setahun itu.
Ada cerita menarik lainnya. Meski usia Habibie sudah 76 tahun tapi belum lama ini ada seorang wanita mengirimkan foto Habibie ketika Habibie masih sama-sama kuliah di Jerman.

Di foto itu, Habibie terlihat sedang tersenyum dan mengenakan syal di lehernya. “Kalau dari fotonya, sepertinya di luar negeri karena saya memakai coat dan syal. Itu mungkin di foto dari hidden kamera,” kata habibie tertawa sambil memperlihatkan foto itu kepada Tempo. Foto yang diperkirakan dilakukan di Aahen, Jerman pada 1959 ini kemudian dijadikan foto postcard oleh Habibie dan ditambahkan dengan foto Ainun di sebelahnya. Foto Ainun diambil di Jakarta, juga pada 1959.
Menurut Habibie, wanita yang mengirimkan foto itu berasal dari Australia. Saat ditanya apakah wanita Australia itu naksir dan pernah menjadi pacar Habibie, Habibie hanya tertawa. Semasa kuliah di Jerman, Habibie mengaku memiliki banyak kenalan wanita. "Itu kan hal yang biasa, karena waktu itu Ainun juga memiliki banyak teman," ujar Habibie.
Namun, dari sekian banyak wanita yang dikenalnya, Habibie memilih Ainun yang ditemuinya lagi saat ia pulang berlibur ke Bandung pada 7 Maret 1962. Sebelum mengakhiri cutinya selama tiga bulan di Bandung dan kembali ke Jerman, Habibie mengajak Ainun mengarungi bahtera kehidupan bersamanya pada 12 Mei 1962. Setelah menikah, Ainun pun langsung diboyong ke Jerman.
Selama mengarungi bahtera kehidupan bersama selama 48 tahun 10 hari, Habibie dan Ainundikaruniai dua putra dan enam cucu.
dr. Hj. Hasri Ainun Besari biasa dipanggil Hasri Ainun Habibie (Lahir di SemarangJawa Tengah11 Agustus 1937, Meninggal di MünchenJerman pada 22 Mei 2010) adalah Istri dari Presiden Indonesia Ketiga BJ. Habibie. Ia menjadiIbu Negara Indonesia ketiga dari tahun 1998 hingga tahun 1999.[1]



Kehidupan awal

Hasri Ainun Besari adalah anak keempat delapan bersaudara R. Mohamad Besari dan istrinya, Sadarmi. Arti nama Hasri Ainun adalah mata yang indah. Ia mendapatkan gelar dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1961 dan bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Menikah

Habibie, Presiden ke-3 Indonesia bersama Ainun, istrinya
Ainun menikah dengan teman SMA nya, Rudy Habibie, pada tanggal 12 Mei 1962dan menghabiskan bulan madu di Yogyakarta, diakhiri di Ujung Pandang. Pernikahan mereka dikaruniai 2 anak, Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie, dan 6 cucu.

Wafat

Hasri Ainun menderita kanker ovarium dan pada tanggal 24 Maret 2010, Hasri Ainun Habibie masuk ke rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Grosshadern, MünchenJerman dan telah menjalani sembilan kali operasi.[2][3]Empat dari sembilan operasi tersebut merupakan operasi utama sedangkan sisanya merupakan eksplorasi.[4]
Pada tanggal 22 Mei 2010 pukul 17.35 waktu München, Jerman, Ainun meninggal dunia setelah melewati masa kritis sekitar 1 hari di mana hidupnya ditopang oleh alat.[5] Jenazah Hasri Ainun Habibie diberangkatkan tanggal 24 Mei 2010 dari Jerman dan tiba di Jakarta pada tanggal 25 Mei 2010 kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibatahari itu juga.[6]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar